Modul ini menyajikan contoh ilustratif mengenai bagaimana analisis data sekunder atau skenario simulasi dapat menjadi dasar mini-riset yang layak bagi mahasiswa Jalur D, melengkapi prinsip pada Modul 1. Contoh yang disajikan bersifat ilustratif untuk tujuan pembelajaran metodologi, bukan data riil yang dapat langsung dikutip sebagai temuan faktual.
Bayangkan seorang mahasiswa yang selama stase IKM memperoleh akses data kunjungan pasien di puskesmas embarkasi haji selama pemeriksaan kesehatan tahap pertama. Ia dapat merancang mini-riset deskriptif: bagaimana distribusi kategori istithaah kesehatan pada calon jemaah yang diperiksa, dan faktor demografis apa yang paling berasosiasi dengan kategori 'memenuhi syarat dengan pendampingan'? Analisis dapat dilakukan dengan statistik deskriptif sederhana — distribusi frekuensi dan tabulasi silang.
Etika dan legalitas akses data
Pastikan data diperoleh melalui jalur resmi dan jaga kerahasiaan identitas individu sepanjang proses analisis, sejalan dengan prinsip etika penelitian pada MK-D02 Modul 6.
Bagi mahasiswa tanpa akses data lapangan haji sama sekali: mahasiswa yang tertarik topik kegawatan panas dari stase IGD dapat merancang mini-riset berbasis tinjauan sistematis skala kecil (rapid review) terhadap literatur mengenai insiden dan tata laksana heat stroke pada mass gathering, lalu menyintesiskan temuan menjadi protokol tata laksana ringkas yang disesuaikan konteks keterbatasan sumber daya TKHI. Pendekatan ini layak asalkan strategi pencarian literatur sistematis dan kriteria seleksi jelas — bukan sekadar rangkuman bacaan tidak terstruktur.
Pendekatan | Contoh Skenario | Desain |
|---|---|---|
Evaluasi program | Membandingkan pengetahuan calon jemaah sebelum-sesudah edukasi kesehatan haji | Pra-pasca dengan kuesioner sederhana |
Simulasi vignette | Sejumlah dokter menilai kelaikan istithaah dari skenario kasus fiktif kardiovaskular | Analisis variasi penilaian antar-dokter |
Vignette study: menyusun skenario klinis fiktif namun realistis, lalu meminta sejumlah dokter memberi penilaian kelaikan istithaah. Analisis variasi penilaian antar-dokter dapat mengungkap ketidakkonsistenan penerapan kriteria istithaah kardiovaskular di lapangan.
Vignette: Variasi Penilaian Antar-Dokter
Seorang mahasiswa yang menjalankan vignette study menyusun tiga skenario pasien fiktif dengan riwayat jantung koroner yang berbeda tingkat keparahannya, lalu mengirimkannya kepada sepuluh dokter puskesmas di wilayahnya. Untuk skenario yang sama persis, tiga dokter menyatakan 'laik tanpa syarat', lima dokter menyatakan 'laik dengan pendampingan', dan dua dokter menyatakan 'tidak laik sementara'.
1. Perpustakaan Digital ABBA. Buku D4 — Studi Kasus dan Mini-Riset Kedokteran Haji, Bab 2. [Sumber internal ekosistem].
2. Tricco AC, Antony J, Zarin W, Strifler L, Ghassemi M, Ivory J, et al. A scoping review of rapid review methods. BMC Med. 2015;13:224.