Ekosistem Pendidikan Kedokteran Haji
MK-D03 · Modul 7 dari 10
← Daftar Modul
MK-D03 — Kedokteran Haji Terintegrasi Rotasi KlinisSintesis

Modul 7: Studi Kasus Menghubungkan Temuan Klinis Stase dengan Konteks Haji

A. Tujuan Pembelajaran

1. Pengetahuan

  • Mengintegrasikan temuan klinis dari lebih dari satu stase (Modul 1–4) ke dalam satu analisis kasus lintas-disiplin.

2. Sikap

  • Menunjukkan kemampuan berpikir lintas-disiplin, tidak terpaku pada kerangka satu stase saja.

3. Psikomotor

  • Menyusun analisis kasus tertulis yang menghubungkan temuan dari minimal dua stase berbeda dengan konteks kesehatan haji.

B. Deskripsi

Pasien nyata jarang rapi terkotak dalam satu bidang ilmu tunggal. Modul ini melatih mahasiswa menganalisis satu kasus kompleks yang memerlukan perspektif gabungan dari lebih dari satu stase yang telah dibahas pada Modul 1–4, mencerminkan kompleksitas nyata yang akan dihadapi dokter kloter di lapangan.

C. Materi Inti

1. Kasus Terstruktur untuk Dianalisis

Kasus

Ny. R, 71 tahun, calon jemaah haji dengan diabetes melitus tipe 2, hipertensi, dan penyakit ginjal kronik stadium 3, datang ke poliklinik pra-keberangkatan dengan keluhan mudah lelah dan sesak ringan saat berjalan jauh. Ia menggunakan empat jenis obat harian dan tinggal bersama anak yang akan mendampinginya berhaji.

2. Kerangka Analisis Lintas Stase

Perspektif Stase

Pertanyaan Analisis

Rujukan Modul

Interna

Bagaimana pengelolaan terintegrasi diabetes, hipertensi, dan PGK pada pasien ini?

MK-D03 M1

Kardiologi-Paru

Apakah sesak saat berjalan mengindikasikan keterbatasan kapasitas fungsional kardiovaskular?

MK-D03 M3

IKM

Bagaimana status fungsional dan dukungan keluarga memengaruhi penilaian istithaah?

MK-D03 M4

IGD (antisipatif)

Skenario kegawatan apa yang perlu diantisipasi bila kondisinya memburuk di lapangan?

MK-D03 M2

3. Menyusun Rencana Terintegrasi

Setelah menganalisis dari keempat perspektif di atas, mahasiswa diminta menyusun satu rencana pengelolaan pra-keberangkatan yang terintegrasi — bukan empat rencana terpisah per bidang — yang mempertimbangkan prioritas, potensi interaksi antar-terapi, kapasitas fungsional, dan peran pendamping keluarga sekaligus.

Latihan analisis lintas stase semacam ini melatih kemampuan yang akan sangat dibutuhkan sebagai TKHI, di mana dokter kloter tidak memiliki kemewahan berkonsultasi dengan spesialis berbeda untuk setiap aspek kondisi pasien, melainkan harus mengintegrasikan seluruh perspektif secara mandiri.

D. Ilustrasi Kasus (Vignette)

Vignette: Menyatukan Perspektif yang Terpecah

Seorang mahasiswa yang menganalisis kasus Ny. R awalnya menuliskan empat catatan terpisah: satu untuk diabetes, satu untuk hipertensi, satu untuk PGK, dan satu untuk sesak napas. Setelah diskusi dengan dosen pembimbing, ia menyadari bahwa keempat catatan ini perlu disatukan menjadi satu narasi pengelolaan yang koheren, karena keempat kondisi tersebut saling memengaruhi dalam satu tubuh pasien yang sama, bukan empat pasien berbeda.

Pertanyaan Reflektif

  • Susun rencana pengelolaan pra-keberangkatan terintegrasi untuk kasus Ny. R berdasarkan kerangka analisis pada modul ini.
  • Bagaimana Anda akan melibatkan anak yang mendampingi Ny. R dalam rencana tersebut?

E. Referensi

1. Perpustakaan Digital ABBA. Sintesis internal MK-D03 berdasarkan Buku D3 Bab 1, 3, dan 4. [Sumber internal ekosistem].

2. American Geriatrics Society Expert Panel on the Care of Older Adults with Multimorbidity. Guiding principles for the care of older adults with multimorbidity: an approach for clinicians. J Am Geriatr Soc. 2012;60(10):E1-E25. Available from: https://doi.org/10.1111/j.1532-5415.2012.04188.x