Modul ini menyajikan satu simulasi kloter berkesinambungan, dirancang untuk menguji kemampuan mahasiswa menerapkan seluruh pengetahuan Modul 1–8 secara terintegrasi dalam satu alur kejadian, bukan sebagai soal-soal terpisah per topik. Simulasi semacam ini melatih kesiapan menghadapi kompleksitas nyata di lapangan, di mana kegawatan panas, komorbid kronik, dan keterbatasan sumber daya sering muncul bersamaan dalam satu hari tugas.
Simulasi ini mengambil bentuk skenario terstruktur satu hari tugas pendampingan kloter, dibagi menjadi beberapa babak kejadian yang saling berkaitan. Mahasiswa diminta menganalisis setiap babak secara berurutan, memperhatikan bagaimana keputusan pada babak sebelumnya memengaruhi babak berikutnya — mencerminkan kesinambungan perawatan yang nyata di lapangan.
Babak | Kejadian | Kompetensi yang Diuji |
|---|---|---|
Pagi | Jemaah lanjut usia dengan diabetes melapor pusing ringan sebelum aktivitas tawaf | Komorbid kronik (M4), edukasi preventif (M3) |
Siang | Suhu lingkungan memuncak; seorang jemaah lain kolaps di kerumunan | Kegawatan panas, koordinasi tim non-medis (M3) |
Sore | Dokter kloter perlu memutuskan rujukan tanpa akses laboratorium segera | Pengambilan keputusan dengan sumber daya terbatas (M3) |
Malam | Dokter menyusun catatan harian untuk pelaporan dan potensi bahan mini-riset | Dokumentasi klinis, metodologi capstone (M6, M7) |
Untuk babak Pagi: rujuk kembali prinsip penyesuaian regimen diabetes pada Modul 4 dan edukasi preventif hipoglikemia. Untuk babak Siang: terapkan algoritma pembedaan kram panas, heat exhaustion, dan heat stroke dari Modul 3, sekaligus praktik koordinasi tim dadakan. Untuk babak Sore: terapkan prinsip pengambilan keputusan klinis dengan keterbatasan sumber daya dari Modul 3. Untuk babak Malam: pertimbangkan bagaimana catatan kejadian hari ini berpotensi menjadi bahan laporan kasus mendalam sebagaimana dibahas pada Modul 6.
Tujuan pedagogis simulasi ini
Bukan untuk menguji hafalan tata laksana per topik, melainkan kemampuan berpindah cepat antar-kerangka berpikir klinis dalam satu rentang waktu tugas — keterampilan yang paling menentukan kesiapan sesungguhnya bertugas sebagai TKHI.
Vignette Utama: Satu Hari Bersama Kloter 14
Mahasiswa Joint Degree ditugaskan mendampingi simulasi Kloter 14 selama satu hari penuh. Pagi hari, seorang jemaah berusia 68 tahun dengan diabetes melapor pusing ringan sebelum berangkat tawaf. Siang hari, saat suhu memuncak, jemaah lain kolaps di tengah kerumunan tanpa tim IGD lengkap di dekatnya. Sore hari, dokter kloter perlu memutuskan apakah jemaah yang kolaps tersebut cukup diobservasi atau perlu dirujuk, tanpa akses laboratorium elektrolit segera.
Menjelang malam, mahasiswa duduk menulis catatan kejadian hari itu, menyadari bahwa rangkaian kejadian ini bisa menjadi bahan menarik untuk laporan kasus capstone-nya.
1. Perpustakaan Digital ABBA. Sintesis internal MK-D02 berdasarkan Buku D2 Bab 3, 4, 6, dan 7. [Sumber internal ekosistem].
2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pembinaan Kesehatan Jemaah Haji. Jakarta: Kemenkes RI; [URL belum diverifikasi].